Tentang ampli

group_amplifiers1.jpgYOUR AMP = YOUR FASHION STATEMENT
Yup, that’s true. Amplifier adalah instrument yang paling lama berdiri di atas panggung, jauh lebih lama dari pada musisinya sendiri. Amplifier itu juga adalah fashion statement karena image player, karakter sound dan karakter bandnya sendiri bisa ditunjukan dari amplifier. Malahan, amplifier juga berfungsi sebagai 1 hal yang jarang orang “notice”… yaitu sebagai dekorasi panggung…hehehhe.

Yngwie J. Malmsteen, gitaris speed metal tercepat ketika manggung bisa kita lihat berdiri didepan speaker Marshall sampai 10 buah… sering juga disebut “wall of marshalls”. Padahal dari sekian banyak, mungkin hanya 3 yang berbunyi. Jimi Hendrix juga bisa kita lihat ketika manggung, dibelakangnya berdiri sekitar 4 – 5 ampli Marshall Plexi. The Beatles bisa kita lihat berdiri di sebelah VOX AC30, Bahkan Brian May bisa kita lihat berdiri dihadapan 9 ampli VOX AC30.

Yang lucu, banyak juga dari player itu hanya membawa case speaker marshall tanpa isi apa-apa hanya untuk dekorasi. 3 buah Marshall Plexi dengan volume crank-up full sudah membuat kuping kita pengang dan kalau dilakukan dengan waktu yang lama, bisa berbahaya. Kebayang kalo 9 ampli dipasang full depan kuping kita…yang bener ajeeee…

Mengutip kata-kata Eka The Brandals “panggung adalah battle ground sebuah band”, semua karakter, personality dan musik dari suatu musisi dibuktikan lewat stage performance. Sekarang kalau kita melakukan ceksound, lalu kita naik ke panggung dengan membawa peralatan, di panggung sudah berdiri hardcase amplifier Mesa Boogie dual rectifier dikunci gembok dengan label “SERINGAI”. Secara tidak langsung, ampli itu meng-intimidasi musisi lain seolah-olah berkata “hey, Seringai is here…watch out!”. Seperti juga kalau kita melihat 3 ampli Orange berdiri diatas panggung, kita bisa tahu kalau NIDJI akan bermain dipanggung yang sama. Seolah genderang perang sudah ditabuh dan amplifier adalah meriam besar.

Selain itu juga, ada indikasi kalau band yang menaruh ampli diatas panggung dan meninggalkannya disana adalah band yang “cukup besar” atau setidaknya memiliki beberapa orang crew yang bisa membantu mengangkat ampli itu. Dengan begitu, prestige dari band itu juga lumayan terangkat dan tidak bisa dianggap “remeh” oleh panitia acara.

Memang, image itu penting bagi sebuah band dan amplifier adalah “bendera pusaka” yang bisa meng-intimidasi lawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: