Solo ( Part 2 ) In The Name OF Love

Tulisan ini gue buat untuk memberi dukungan moral buat Pak Jokowi Walikota Solo yang telah berbuat banyak buat kota solo….

Kemarin Senin malem setelah nonton pertandingan liga super di tv yg berkesudahan 2-1 buat Sriwijaya FC, Gue pergi kesebuah acara di samping jalan Slamet Riyadi depan Astana Mangkunegaran, sebuah acara launching pembukaan pasar Ngarsopuro ( Night market) sebuah tempat dimana sekitar tahun 70-an bernama pasar Yaik yg kemudian akhirnya ilang tergerus oleh pertumbuhan kota Solo yang terkooptasi oleh serbuan globalisasi yang bernama MALL…!!! nah oleh Pemkot kota solo coba dikembalikan seperti dulu dengan penonjolan budaya jawa baik segi jualannya ( kebanyakan cideramata khas Solo) ato seni pertunjukannya ( kethoprak,wayang,dll )

Semua itu hanyalah salah satu dari terobosan yang dilakukan oleh Pak Jokowi, banyak hal yg beliau lakukan untuk kota Solo seperti pemindahan pasar klithikan tanpa ontran2, rusuh malah para pedagang diberangkatkan dengan berbagai prosesi ( kota mana di Indonesia yng memindahkan kaki lima tanpa rusuh selain Solo ? ), dibangun City walk dengan hotspot, membuat Langen bogan di Gladak,Taman Balekambang menjadi tempat paling nyaman dan dikembalikan seperti waktu dulu, program PKMS dan banyak deh gak bisa keitung lagi…

Kenapa… Kok bisa…??? kenapa gak dari dulu….??? karena walikota sekarang mempunyai VISI tdk seperti pendahulu sebelumnya ya maap-maap aja ketika jaman R. Hartomo cenderung memimpin dengan gaya orde baru yg cenderung kolot, jaman Slamet Suryanto malah gak ada Visi yang jelas malah tersangkut kasus korupsi  ( anaknya adalah temen gue, buat Ika dan dimas sori bokap loe gue kritik,hehehehhe… ) tapi itulah kenyataannnya, dari dulu ge selalu tak habis pikir dan jengkel dari dulu Kota Solo selalu dianggap Kalah, Gak berkembang, Sumbu Pendek, gak maju, pertumbuhan bisnis paling rendah bla,bla,bla… sebuah jargon yg menyesatkan..!!!

Kadang sempat terpikir apa gue salah tempat lahir, banyak orang cenderung lari ke kota sebelah seperti Yogya yg selalu dianggap lebih maju dari kota Solo….Orang lupa bahwa kota ini pernah Mengalami kejadian kelam dengan kerusuhan 1998-nya yg membuat kota ini luluh lantak dan perkembangan kota mundur 10 tahun..!!, mengapa orang cenderung lari ,mengapa tdk berusaha membangun kota kita tercinta ini….Pak Jokowi gue gak pernah berpihak dengan salah satu partai tapi apa yg bapak  telah lakukan selama ini bener-bener menyejukkan hati kita dengan pembangunan yg signifikan buat Solo.

Duet Jokowi dan Rudi sebagai wali dan wawali emang ideal menurut gue perpaduan antara intelektual dan Massa Grass root, pemimpin yang bisa memegang 2 sisi itu pasti akan didkung mayoritas rakyatnya, mungkin ini subyektif bgt tapi itulah yg gue rasakan sekarang, gue bangga menjadi orang Solo kebanggaan yg sempat ilang bertahun-tahun, memang masih ada PR yang belum selesai seperti Bidang Olahraga Kapan Persis bisa bangkit kembali, Juga di bidang musik gak ada prestasi di tingkat nasional dari Solo mungkin pemkot bisa memfasilitasi dengan membuat ajang seni sesering mungkin ( kalau budaya bisa, mengapa musik tidak ) atau membangun tempat khusus untuk konser musik biar gak dilarang larang lagi seperti dimanahan, Persis diseriusin dong pak .. baik dana atau semua elemen yg terlibat ( masak ama Persijap Jepara  prestasinya kalah ) Quo Vadis Pak Jokowi…????

Ada rumor tahun depan Pak Jokowi gak mau di calonkan lagi, tolong pak dipertimbangkan lagi saya yakin kalau bapak bahkan gak ikut partai ( non partisan ) bapak tetap akan dipilih oleh rakyat solo karena prestasi anda.

Sekali lagi Bapak gak kenal saya dan saya gak Kenal dekat Bapak  tapi tulisan ini adalah bentuk nyata saya mengungkapkan perasaan excited ini

Welcome to Langen Bogan, Welcome to Balekambang, Welcome to Ngarsopuro, Welcome to City Walk, Welcome Home Solo………..

Solo 17 februari 2009

sambil dengeri lagunya Genesis “Selling England by the Pound”

Note :

  • Launching Ngarsopuro diresmikan oleh menteri Marie Elka Pangestu
  • Pak Jokowi Terpilih menjadi satu dengan 9 pemimpin daerah yg lain sebagai pemimpin daerah terbaik versi majalah Tempo

3 Tanggapan to “Solo ( Part 2 ) In The Name OF Love”

  1. maju terus solo dan semoga walikotanya gak ganti

  2. cah solo asli Says:

    piye iki persis kalah terus……, tulisanmu apik dab..!!! hidup pak jokowi

  3. memberi pelajaran bahwa membangun sebuah kota memerlukan visi dan misi…semoga bukan hanya sekejap trus ilang…. selalu terus membangun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: