Indonesia Sakit

Sekitar jam 5.30 liat acara di Trans TV tentang kisah sebuah keluarga yang bekerja sebagai tukang buat tusuk sate, dikeluarga itu cuma 2 orang, bapak berusia 84 tahun ama istrinya berumur 70 tahun, gue gak bayangin seumur itu masih kerja, pagi-pagi cari bambu di hutan dipanggul, di serut sendiri, dijual sendiri, harga satu iket tusuk sate 5 ribu rupiah.

Klo kondisi bapak tua tersebut sehat ya gak masalah, yang agak miris kondisi tubuh yang renta, masih harus naik turun jalan hanya tuk menjual tusuk sate…!!!! Ini negara emang lagi kacau, sementara yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin aja..DAMN…!! pemerintah emang Brengsek, ngurusin cuma gimana caranya pemilu 2009 mendulang suara terbanyak, sama sekali cuek dengan kondisi sebenarnya kita.

Negara Brengsek…!!! Dana bantuan korban Tsunami di sunat, Dana gempa dikorupsi, BLBI gak beres, jaksanya malah kena suap, Parah bgt, jujur ketika gue liat tv kemarin jadi marah, kenapa bapak tua yang seharusnya istirahat menikmati masa tuanya harus masih bekerja untuk mempertahankan hidup yang sekarang cenderung semakin susah, kenapa pemerintah gak cari solusi tapi malah dengan mengikuti cara instan, Demokrasi Pancasila itu Bullshit……..!! yang ada sekarang adalh demokrasi Liberal…..!!!

Dari Presiden ampe pemerintahan tingkat daerah emang OON…!!! seperti Oneng di bajai bajuri, gue jadi bingung sendiri mo dikemanain visi bangsa ini…………. gak pernah menghargai susah payah the Founding Father, asal tau aja bapak yang jualan tusuk sate itu dulu ikut perang kemerdekaan, tapi pensiun aja gak dapet, bisa dapet asal membayar 2juta rupiah kepada seorang oknum yang ngakunya pegawai pemkot..DASAR PEMERAS…!!!!!!!!!!

Gue bener-bener marah………tapi gak bisa merubah bangsa ini Anjrittttttt

NB :

  • Presiden SBY gak pernah tegas sedikitpun, padahal dia dipilih langsung oleh rakyat, dasar katrok…..!!!
  • Wakilnya sama aja katroknya…. cuma bisa cuap-cuap aja, pidato, ngomentarin kesana-kemari
  • MPR/ DPR ajang mafia-mafia korup

“Kau peluk aku sebelum membunuhku
Tersenyum melihatku merenung melihatmu
Kau menungguku menunggu ku terjatuh
Setiap langkah tertuju setia dalam menunggu”

“Apa yang kau lakukan dibelakangku
Mengapa tak kau tunjukkan dihadapanku
Apa yang kau lakukan dibelakangku”

“Aku menunggumu menunggumu menunggumu mati
Didepanku…………”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: