Mp3 player

Jujur aja kadang-kadang klo liat di majalah2 komputer, ngiler juga untuk beli benda sekecil mouse ini (eh… masih lebih kecil ding), karena bayangkan seluruh CD yang ada di kamar bisa masuk ke dalam benda ini,dan kita bakalan jadi anak yang disayang orang tua karena kamarnya selalu bersih, nggak ada CD yang berserakan, nggak ada loudspeaker yang punya bentuk intimidatif segede kapal di sudut-sudut ruangan. mungkin yang ada cuma buku-buku, meja buat komputer, dan 2 speaker kecil yang dihubungkan ke benda ini.

Kayaknya keren nih…ternyata…????

coba bayangin bos, musik hanya berbentuk sebuah file. tanpa kover, tanpa list lagu, tanpa daftar alat musik yang dipakai, tanpa ucapan special-thanks, gak ada semacam kepuasan ngubek2 di toko kaset ato di loakan2 kaset dengan harga murah

Oke lah terkesan sangat simple,yah klo kita liburan, jalan-jalan,ato bahkan ke wc sekalipun masih bisa muter lagu, bayangin aja klo bw discman,walkman, atoman-man yg lain, dengan ratusan lagu tanpa hrs berganti2 kaset/cd, tapi coba pikir klo 40GB apa gak kepenuhan tuh, klo seumpama mp3nya full, baterei penuh, disetel ampe 7 hari 7 nalem kayak orang kondangan di desa, biarpun gue ngefans berat King Crimson atawa Pink Floyd tapi untuk dengerin ampe 7 hari……gak deh,,,,, Makasih

Sebenarnya yg menganggu perasan gue adalh bukan itu, melainkan jaman sekarang orang lebih mengagung-agungkan playernya dari pada list musik yg ada dalam player itu.

Dan saya mendapat kesan benda ini seperti, eh…pokoknya dalam teori ilmu sosial ada teori yang membahas bahwa orang lebih mementingkan cara pesan itu disampaikan bukan isi dari pesan itu. yah mirip sama lomba menyanyi dan polling pake SMS di TV.

Satu Tanggapan to “Mp3 player”

  1. setubuh..! eh, setuju. Malah denger2 sekarang bakal ada artis yang jualan langsung dalam bentuk file dan bisa dibeli eceran (nggak full album). Memang sepintas kelihatan menguntungkan, secara biaya produksi dan biaya pembelian bisa ditekan, tapi kita jadi kehilangan beberapa hal penting dari sisi produksinya.

    Sisi seni : kehilangan cover, urutan lagu yang disusun sang artis, konsep album secara keseluruhan, dll.
    Sisi recording : hasil mixing pasti nggak bisa dinikmati secara maksimal, secara yang dijual adalah versi file yang sudah dikompress (.mp3, .wma dll)

    tapi buat saya musik digital tetap perlu, paling nggak sebagai back-up, atau untuk dimanfaatkan sisi kepraktisannya saat pengen mobile..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: