Arsip untuk review band indie kategori

Refill

Dikirim review band indie pada Februari 11, 2008 oleh tomyzero

Sejujurnya kemarin lagi males dengerin musik, lagi asik nonton bola final liga Indonesia, gara-gara menyesali kekalahan PSMS and melihat sebuah cd terbujur kaku ya udah coba tak dengerin dan tak review…

Refill band berasal dari Solo, sayangnya baru ada 2lagu yg direkam jadi gak banyak yg bisa direview, band ini blum punya website ato masang file musiknya di internet, gak tau emang Katrok ato Gaptek, yg jelas agak disesali masak jaman sekarang blum upload, kan banyak hosting2 gratis seperti multyply, easy share, dll semoga personelnya sadar akan ke-gaptekan band ini

  1. Kembali untukmu, lagu yang easy listening, cuma yg agak mengganggu kenapa selalu intro harus dengan gitar akustik, menurut gue mending main piano aja dengan notasi pendek, sound yg kedua diblog aja ama keyboard gitu mungkin lebih menggigit, tapi bagus juga gitarnya maen pedal volume, keren…,vokalnya masih “out of tone” sering fals, lagian karakternya kurang “laki-laki” terlalu  sesuai pakem, jadi nyanyinya kayak robot..
  2. Jalan Terbaik, intro gitarnya menunjukkan pemain gitarnya sering dengerin hard rock thn 90-an, singkopnya keren juga, ini lagu banyak pake distorsi, cuma lagi-lagi kelemahan di vokal, kurang nempel ama arangement lagu, dan lagu pertama dengan lagu kedua notasi hampir mirip, sekali lagi terlalu hati-hati waktu take jadi gak keluar soul-nya

note  :

  1. Apabila sebuah lagu satu dengan yg lainnya hampir mirip, menunjukkan band ini harus banyak mendengarkan jenis-jenis lagu, yah minimal koleksi kaset gitu jadi biar karya lagu menjadi berwarna, agak-agak modal gitu lho bos, jangan cuma pinjem kaset temen.
  2. Secara musikal band ini cukup bagus, sayang vokalnya gak berkarakter, gak nempel di arangement, mungkin harus banyak belajar bos…. minimal les vokal ke Dodi katamsi :)
  3. Cari terobosan aliran musik jng cuma ikut-ikutan yg itu-itu aja,
  4. Drumnya pake software ya bos, keliatan statis he he he he

Denny

Dikirim review band indie pada Februari 7, 2008 oleh tomyzero

Review lagi kali ini lagu-lagunya Denny, kata dia sih another project, mungkin project-project dia banyak, lets plays…!!!

  1. Satu, pertama gue denger intro gitar sih biasa-biasa aja, tapi setelah masuk semua bagian musik, terutama loop drum dan blocking keyboardnya keren, cukup mengagetkan, sedikit darkness, kelam, lagunya sih tentang cinta klo gak salah, cinta kelam, he,he,he, vokalnya cewek cuma kritikan gue vokalnya belum berkarakter boss……
  2. Pangeran Malam, yg patut dipuji, sekali lagi detil-detil sound keyboard bikin arangement lagu ini serasa penuh, good work..!!!

PS   :

  1. Sebenarnya ada 4 lagu tapi kenapa 2 lagu gak bisa diputer, mungkin perlu repairing
  2. Lagunya bagus, cuma klo vokalnya cewek kok gak cocok ya boss, apa mending Denny sendiri yg nyanyi
  3. Kayaknya ciptaan Denny kerennya buat Ost film-film yg darkness

1_494207159m1.jpg

The Beonic

Dikirim review band indie pada Februari 6, 2008 oleh tomyzero

the_beonic-1806901.jpg   Sebuah band asal solo yang menganut aliran Electrik pop ( katanya gitu ) menarik juga, gak banyak band asal kota solo yang membawakan Electrik pop, cool bos….!! untuk bisa maju kadang-kadang kita harus berbeda man…

gue coba review lagu-lagu The Beonic, klo pengen tau lagunya silahkan klik di http://www.isound.com/the_beonic, sekali lagi gue malas pasang file lagu di sini, sekalian mempromosikan website band masing2 :)

  1. Tommorow, intronya cepet kerekam ama otak kita, fill gitarnya irit tapi justru membuat lagu ini adem gara-gara soud gitarnya, emang lebih baik gak usah banyak-banyak fill gitar, melodi gitar sangat ngepop tapi dibantu ama perpaduan sampling/loop jadi gak membosankan, vokalnya Riza perpaduan Gwen Stefany dengan Annie Lennox
  2. Hardest Part, seperti White shoes tapi versi electronic, ide bagus vokal Riza dikasih effect ambience, begitu masuk bar ke 2 vokal menjadi bening, pengaruh Frente dengan Bjork cukup kental, masukan gue mungkin pemain gitarnya hrs lebih berani ngasih melodi, terkesan hati-hati, coba pake Ibanez Ts-07 distorsi di mix dengan TC electronic delay pasti tambah keren
  3. December Wet, lagu paling gue sukai, intronya cool petikan gitarnya sangat “hangat” tolong untuk lagu ini diblog dengan sound mini Moog piano, lebih keren lagi mungkin waktu reff dikasih suara satu dua vokalnya, tapi reff terakhir udah bagus kok, gue ada ide coba duet ama Reza Artamevia
  4. Story about Us, lagu ceria menurut gue ( maaf klo salah ) salute untuk yg buat sampling loop..!!! vokal Reza sadar gak sadar dia menggunakan cara bernyanyi ( cengkok ) Amerika di lagu yg ber-taste Eropa.

Data & Fakta

  1. The Beonic terdiri dari 3 orang, 2 laki-laki 1 cewek, berdiri tahun 2000 ( lumayan  lama )
  2. Lagu-lagu dia berbahasa Inggris semua dan jujur lafal Reza keren gak katrok  kayak orang Indonesia pada umumnya nyanyi pake lirik Inggris
  3. Untuk gitarisnya coba dengerin U2 album “Ahctung Baby” untuk referensi effect delay, dan U2 album “Zooropa” untuk sampling/loop
  4. Band ini sepatutnya maen di acara Summer Sonic…!!!!
  5. Best cut ” Tommorow” & “Hardest Part”

The Bije

Dikirim review band indie pada Februari 2, 2008 oleh tomyzero

bije_1801.jpgHari ini gue coba untuk memulai mereview lagu-lagu dari band indie, sori mungkin agak terlambat nulis, kemarin emang lagi stuck at the moment, boro-boro review, nulis aja males, gak tau kok bisa gitu ya…….

Review pertama dari lagu-lagu The bije, klo pengen tau and download lagunya silahkan klik www.thebije.com masalahnya emang gue lagi males pasang lagu2 dia lewat rapid share jadi yah sekalian klik sendiri websitenya the bije.

  1. Sesuatu tentangmu, ini lagu cepet nempel dikuping gak tau Bije buat lagu ini lagi jatuh cinta ato kasmaran, cukup rapi aransementnya, gue tertarik dari awal adalah intronya, cukup nge-Hook klo agak jeli kord awal lagu dengan akhir lagu berbeda, naik 1 kord kayaknya, pianonya keren gak berlebihan seperti band-band indie katrok, lagu ini seperti The fly versi lambat
  2. Aku pergi, repeat vokal yg rapat, agak-agak mirip REM, ini lagu  sepertinya Bije lagi marah dengan keadaan, liriknya cukup dipikirkan karena mengandung rima berbait, membuktikan Bije menulis dengan terkonsep, usul gue dilagu ini Bije duet dengan Michael Stipe, o iya klo bisa ditambahin sound gitar menggunakan E-bow.
  3. Jatuh, salah satu best cut ciptaan Bije, klo Ungu dengerin lagu ini gue yakin secepatnya bakal pensiun maen band..!!! lagu sederhana belum tentu jelek, salah satu contoh lagu ini, saran gue sound keyboardnya diganti Hammond ato Fender Rhodes pasti lebih “Jatuh” lagi.
  4. Superman, pada awalnya gue agak pesimis dengan lagu ini tapi setelah masuk vokal, lagu ini cukup kuat man..!! perpaduan antara Gazebo dengan DJ Greboy, kritik gue mending liriknya bhs Inggris aja bos.. klo lirik Indonesia lagu ini keliatan katrok, gitarnya pake 7 senar drop D pasti lebih keren.
  5. Bukan Video Game, satu-satunya lagu yg gue benci..!!! gak tau napa tapi kata bije terinspirasi dengan Benyamin, dengerin lagu ini gue inget ama Pancaran Sinar Petromak, lagu ini cocok dimainin oleh Pancaran sinar petromak dengan vokalis Kuntet mangku langit..!!!
  6. Why Should I, intro mengingatkan Cake, salut dengan lafal inggrisnya gak ndeso, ide cerdik memakai terompet, sound lagu ini sangat nge-blend, mungkin baiknya ditambahi feel gitar dikit, perpaduan The Police & Cake, sama seperti lagu no 1, awal dengan akhir dinaikin chordnya, lagu yang cocok untuk sebungkus rokok, alkohol dan ganja…!!!
  7. I like it like that, susah ngomentarin lagui ini, persis kayak lagu bule apa…. gue lupa… tapi yg jelas pengaruh top 40 kuat di lagu ini, Inconigto versi Bije….

Data dan fakta

  • Vokalnya Bije seperti vokalnya Harris ioni
  • **** untuk lagu-lagunya Bije, gak kalah kok ama yg terkenal-terkenal itu…
  • Bije adalah sosok yg berjuang untuk Music goes to open source
  • lagu Why Should I coba lo tawarkan duet dengan Rita Marley pasti keren…. :)
  • Ngomong2 Krisna Prameswara tu keyboardistnya Discus ya…